Sejarah Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga

Sejarah Berdirinya Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga

Cikal bakal UIN SUKA Health Center pada waktu itu dikenal dengan sebutan klinik IAIN yang dimulai Tahun 1963-an. Setelah IAIN bertransformasi menjadi UIN berdasarkan Keppres NO. 50 Tahun 2004, Klinik IAIN yang awalnya hanya memilki beberapa paramedis dan peralatan yang belum memadai berkembang pesat menjadi UIN Suka Health Center dengan fasilitas yang lebih lengkap dan telah memiliki tenaga profesional yang memenuhi standar kompetensi medis. Konstruksi bangunan Poliklinik dilakukan tahun 2005 s/d 2006. Dari sifat gedung pada gambar rancang, keseluruhan bangunan terdiri dari dua lantai yaitu:

  1. Lantai satu, terdiri dari front office, ruang periksa, farmasi, ruang tunggu, ruang Laboratorium, UGD dan ruang Fisioterapi.
  2. Lantai dua, terdiri dari Lobbi pertemuan, ruang periksa, ruang senam.

Dalam perkembangannya UIN bekerja sama dengan PMU melakukan workshop studi kelayakan. Hasil yang didapat yaitu memfokuskan kegiatan pada pelayanan jaminan kesehatan masyarakat dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan khususnya bagi Civitas Akademika dan masyarakat pada umumnya.

            Ketika UIN Suka Health Center masih berbentuk klinik kecil dan personil yang bertugas adalah mantri yaitu H.M Dahlan dan Suprapti sebagai pramurukti. Kemudian tahun 1980-an yang bertindak sebagai Mantri adalah dr. Imam Rusdi (sekarang spesialis saraf) dan Lela Badriyah (Perawat). Pelayanan yang diberikan masih sederhana yaitu berupa penimbangan berat badan, cek tekanan darah dan obat-obatan sederhana. Akan tetapi keberadaan klinik IAIN saat itu sangatlah berarti, apalagi bagi pegawai atau warga sekitar yang tinggal di komplek Perumahan IAIN. Terlebih lagi salah satu personil yaitu Lela Badriyah AKS saat itu juga bermukim di komplek IAIN, sehingga setiap saat dapat melayani kebutuhan warga IAIN dalam hal kesehatan. Hal ini merupakan faktor yang membangun kedekatan civitas akademika dengan klinik IAIN.

            Seiring dengan proyek pengembangan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada tahun 2006 – 2007 Poliklinik UIN SUKA Health Center juga mendapatkan bantuan pengadaan sejumlah peralatan medis dan fasilitas bangunan yang cukup memadai untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi civitas akademika dan masyarakat pada umumnya. Dimulai dengan melakukan studi kelayakan pengembangan pusat pelayanan kesehatan UIN Sunan Kalijaga yang merekomendasikan perlunya strategi kombinasi pengelola UIN SUKA Health Center yang berbasis jaminan kesehatan dan fee for service, sehingga pelayanan kesehatan yang diselenggarakan UIN SUKA Health Center dapat menjangkau tidak hanya civitas akademika saja, namun juga bagi kalangan masyarakat umum.