Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang masih sering dilupakan oleh masyarakat hingga saat ini. Hal tersebut terbukti dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2017 indeks DMFT Nasional sebesar 4,85 yang berarti rata-rata setiap penduduk di Indonesia memiliki 5 gigi yang rusak. Selain itu masyarakat masih mencari pengobatan sendiri apabila muncul keluhan terhadap giginya. Apabila dirasa keluhan tersebut sembuh maka kemudian cenderung lupa akan masalah kesehatan gigi dan mulutnya. Namun jika keluhan tidak sembuh-sembuh barulah masyarakat berkunjung ke Dokter Gigi, namun biasanya gigi sudah dalam kondisi memerlukan perawatan yang kompleks dan risiko biaya yang besar. Padahal kesehatan gigi dan mulut juga memiliki pengaruh terhadap kondisi kesehatan secara umum serta aspek kehidupan manusia lainnya. Apabila kondisi gigi dan mulut seseorang bermasalah, peran rongga mulut sebagai gerbang utama masuknya makanan yang merupakan sumber energi untuk melangsungkan kehidupan akan terganggu. Jika dibiarkan tanpa adanya kesadaran seseorang untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya, maka permasalahan gigi dan mulut akan berdampak mengurangi konsentrasi seseorang dalam belajar maupun bekerja sehingga dapat menurunkan produktivitas individu tersebut.

Sesungguhnya Islam mengajarkan kita untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menjaga kebersihannya. Beberapa Hadist Rasulullah SAW yang berkaitan dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut antara lain :

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ حُذَيْفَةَ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ»

Uthman bin Abi Syaibah meriwatkan kepada kami, ia berkata: Jarir meriwayatkan kepada kami, dari Manshur, dari Abi Wail dari Hudaifah, ia berkata: Nabi Shollallahu’alaihi wassalam apabila bangun malam, beliau membersihkan mulutnya dengan bersiwak.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلاَةٍ»

Abdullah bin Yusuf meriwayatkan kepada kami, ia berkata: Malik meriwayatkan kepada kami, dari Abi al-Zinad, dari al-A’raj, dari Abu Hurairah: bahwa Rasulullah bersabda: Seandainya aku tidak memberati umatku, atau kepada manusia niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali shalat.

Sebagai umat Rasulullah SAW sebaiknya kita menjaga kesehatan gigi dan mulut kita. Berikut merupakan beberapa hal-hal penting yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut kita antara lain :

  1. Setelah makan makanan manis sebaiknya kita berkumur agar dapat menghilangkan sisa makanan yang berpotensi mengundang bakteri penyebab gigi berlubang dan radang gusi.
  2. Jangan gunakan tusuk gigi untuk membersihkan sisa makanan yang terselip diantara gigi. Tusuk gigi dapat menyebabkan abrasi email gigi dan gusi menjadi infeksi apabila digunakan terlalu dalam dan keras. Tusuk gigi yang terbuat dari kayu juga dapat beresiko patah dan serpihannya tertinggal didalam gusi sehingga menyebabkan infeksi. Sebaiknya kita menggosok gigi atau menggunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa makanan yang terselip.
  3. Hindari merokok karena zat-zat kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok seperti tar, nikotin, dan karbonmonoksida dapat menyebabkan radang gusi, penyakit periodontal, karies pada akar gigi, kehilangan tulang alveolar, kehilangan gigi, serta berhubungan dengan munculnya lesi-lesi yang khas pada jaringan lunak rongga mulut. Merokok juga sebagai faktor predisposisi yang dapat meningkatkan kemungkinan kanker rongga mulut sekitar 2-4 kali.
  4. Kurangi kopi, teh dan minuman berwarna lainnya. Kopi dan teh mengandung zat tannin yang dapat merubah warna terluar email gigi. Minuman yang berwarna akan mengakibatkan permukaan gigi mudah terbentuk noda berwarna kehitaman dan kecoklatan. Disamping itu minuman berwarna biasanya mengandung gula dalam jumlah yang tidak sedikit. Apabila kebersihan gigi dan mulut tidak dijaga dengan baik, gula yang menempel pada permukaan gigi dapat bereaksi dengan bakteri sehingga menyebabkan gigi berlubang.
  5. Rutin menyikat gigi dengan tepat. Tepat dalam menyikat gigi dibagi dalam 3 hal yaitu : tepat waktunya, tepat pemilihan alatnya, dan tepat caranya. Hal pertama yaitu tepat waktunya, waktu yang tepat untuk menggosok gigi adalah minimal 2 kali sehari dan dilakukan ± 30 menit setelah makan dan sebelum tidur. Kebiasaan menyikat gigi saat mandi pagi dan sore kurang tepat karena tujuan menggosok gigi adalah membersihkan gigi dari sisa makanan, namun apabila dilakukan sebelum makan maka sikat gigi tidak akan efektif dalam menjaga kesehatan gigi. Hal kedua adalah tepat pemilihan alatnya yaitu sikat dan pasta gigi yang digunakan. Sikat gigi yang digunakan sebaiknya yang memiliki ukuran kepala sikat dengan ujung mengecil dan disesuaikan dengan ukuran mulut masing-masing. Jenis bulu sikat gigi biasanya tertulis pada kemasan yaitu soft, medium, atau hard. Pilihlah sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang soft atau halus agar meminimalisir kerusakan gusi, serta lapisan gigi apabila kekuatan anda dalam menyikat gigi terlalu kencang. Sikat gigi sebaiknya diganti apabila bulu-bulu sikat gigi sudah rusak atau setidaknya setiap 3 bulan. Jangan menggunakan sikat gigi bersamaan dengan orang lain karena berisiko menularkan bakteri atau virus penyebab infeksi. Pemilihan pasta gigi yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan anda misalkan gigi anda sering linu apabila minum dingin anda dapat memilih pasta gigi khusus gigi sensitif. Produk pasta gigi yang dipilih paling tidak mengandung fluoride dan telah lolos uji dari lembaga terkait yaitu Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), ataupun American Dental Assosiation (ADA). Hal yang terakhir dan paling penting adalah tepat cara menyikat gigi. Berikut merupakan gambar petunjuk cara menyikat gigi yang benar :

  1. Kontrol rutin ke dokter gigi rutin minimal 6 bulan sekali. Pemeriksaan yang dilakukan dokter gigi saat kontrol rutin memungkinkan untuk mendeteksi masalah gigi dan gusi pada tahap awal. Apabila gigi terindikasi ada yang berlubang kecil, dokter gigi dapat melakukan penambalan gigi dengan segera agar lubang tidak semakin meluas dan nantinya menyebabkan sakit gigi atau bahkan kehilangan gigi tersebut. Penanganan dini akan menghemat biaya pengobatan dibanding datang ke dokter gigi saat gigi sudah dalam kondisi parah. Saat pemeriksaan rutin dokter gigi akan memeriksa seluruh keadaan gigi dan ronggal mulut anda apakah ada gigi berlubang yang harus dirawat, atau terdapat karang gigi yang sudah parah harus dibersihkan dengan scaling (tindakan pembersihan karang gigi). Dokter gigi juga akan memeriksa susunan gigi geligi misalnya gigi geraham bungsu yang muncul sekitar umur 18-25 tahun apakah dapat tumbuh normal, susunan gigi geligi yang berjejal akankah menimbulkan masalah dan harus dirapikan dengan kawat gigi, atau apabila ada gigi yang hilang perlu dibuatkan gigi tiruan/gigi palsu. Masayarakat diharapkan benar-benar cermat dan hati-hati terhadap perawatan kesehatan gigi karena akhir-akhir ini sering muncul iklan tentang memasang kawat gigi, gigi palsu, atau perawatan gigi lainnya dengan harga yang murah dan proses yang instan yang dilakukan oleh oknum tukang gigi/ahli gigi/salon gigi. Oknum-oknum tersebut tidak memiliki kompetensi untuk melakukan perawatan gigi sehingga mereka tidak mempertimbangkan risiko setelah melakukan perawatan tersebut. Banyak akibat yang muncul akibat tindakan oknum-oknum tersebut antara lain gusi bengkak, bau mulut, gigi goyah, infeksi gigi bahkan yang terparah juga dapat menyebabkan kematian. Jangan teriming-iming dengan harga murah, konsultasikan masalah kesehatan gigi dan mulut kepada dokter gigi. Insya Allah dokter gigi akan memberikan upaya pelayanan terbaik untuk kesehatan gigi dan mulut anda.

Oleh : drg. Mahadna Aulia Rahmah

Klinik Pratama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kolom Terkait

Kolom Terpopuler